Selasa, 29 November 2016

Batik Gedangsari, Warisan Budaya Besutan Astra

Siswa Binaan YPA-MDR Berfoto Bersama Pengunjung JIBB dan Pengurus YPA-MDR
Kini nama Batik Gedangsari ibarat primadona baru di kancah perbatikan nasional Indonesia. Siapa sangka meroketnya pamor batik dari Gunungkidul ini ternyata tidak lepas dari peran Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Astra International Tbk (selanjutnya disebut dengan Astra) yang dilakukan melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Tahun ini, Batik Gedangsari terlibat tiga event fashion besar, mulai dari ajang bergengsi INACRAFT 2016, menjadi bagian dari peragaan busana bertajuk “Gedangsari Berlari” karya desainer muda berprestasi Lulu Lutfi Labibi hingga pameran dan peragaan busana pada event batik internasional, Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016.


Pagelaran Busana Bertema "Connection" dalam Pagelaran JIBB 2016
Busana Ini Dibuat Menggunakan Batik Karya Siswa Binaan YPA-MDR
Lebih dari  40 tahun lamanya, Astra telah menjalankan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) yang dilakukan melalui tiga jalur berbeda yaitu Astra International sebagai perusahaan induk, anak-anak perusahaan dalam enam lini bisnis yang didukung oleh 198 perusahaan serta 9 yayasan yang dibentuk Astra, meliputi Yayasan Toyota & Astra (YTA), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), Yayasan Amaliah Astra (YAA), Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB-UT), Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) dan Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan CSR yang dilakukan Astra berfokus pada 4 pilar penting kehidupan yaitu pilar pendidikan, pilar lingkungan, pilar income generating activities (IGA) yang dilakukan dengan pembinaan siswa dan UMKM serta pilar kesehatan. 

Dalam hal ini, pengembangan Batik Gedangsari merupakan bagian dari program CSR Astra yang dilakukan melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. YPA-MDR merupakan yayasan besutan Astra yang dibentuk secara khusus untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dalam bidang pendidikan yang dilakukan di berbagai daerah prasejahtera di Indonesia. Hingga Juli tahun 2016, sudah ada 8 daerah prasejahtera yang dibina YPA-MDR, mulai dari Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat, Serang hingga NTT. Dalam pelaksanaannya, YPA-MDR bertekad mencapai standar mutu pendidikan yang berkualitas serta menjadikan Sekolah Swapraja menuju Sekolah Unggul. 

Peningkatkan kualitas pendidikan di daerah binaan YPA-MDR dilakukan melalui kolaborasi 4 pilar pembinaan mulai dari pembinaan akademis dengan memberikan pelatihan untuk para guru dan kepala sekolah, pembinaan karakter yang dilakukan melalui berbagai pelatihan, monitoring dan berbagai program pembiasaan agar mampu membentuk karakter kedisiplinan, kebersihan, respek dan daya juang yang tinggi pada siswa dan guru binaan, pembinaan seni budaya untuk melestarikan budaya lokal di masing-masing daerah binaan yang difokuskan pada seni musik dan seni tari tradisional hingga pembinaan kecakapan hidup yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing daerah binaan. Selain memerlukan kerja keras dalam waktu yang tidak singkat, YPA-MDR juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Data tahun 2015 menunjukkan bahwa dalam mengusahakan cita-cita luhur tersebut, YPA-MDR telah menggelontorkan dana sebesar 34, 615 miliar.

Melalui keterangan Rudy Kristanto, salah satu pengurus YPA-MDR yang ditemui di Jogja Expo Center pada 15 Oktober 2016 lalu, diketahui bahwa pembinaan pendidikan YPA-MDR di Yogyakarta telah dilakukan sejak tahun 2007. Dalam hal ini, YPA-MDR membina dua lokasi berbeda yaitu di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul dan Kecamatan Pandak yang berada di Kabupaten Bantul. Hingga saat ini, YPA-MDR telah membina 9 SD, 2 SMP dan 2 SMK di Yogyakarta, termasuk di dalamnya SMKN 2 Gedangsari. Sebagai salah satu sentra penghasil batik di Indonesia, YPA-MDR melihat aktivitas membatik sebagai salah satu hal yang potensial yang dapat dijadikaan bekal kecakapan hidup, baik bagi siswa maupun  warga binaan di Yogyakarta. Dari sinilah besutan Astra pada Batik Gedangsari dimulai.

Sketsa Batik Gedangsari Motif Pisang
Sudah sejak lama batik dikenal fenomena penciptaan budaya berbusana dari Indonesia yang begitu melegenda di panggung fashion nasional maupun internasional. Dengan berbagai bukti otentik yang ada, akhirnya pada tanggal 02 Oktober tahun 2009, UNESCO secara resmi menjadikan tiga warisan budaya Indonesia yaitu wayang, keris dan batik sebagai The Represetative List of The Intangible Culture Heritage of Humanity. Dalam hal ini, batik dinobatkan sebagai Masterpieces of Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity

Usai dinobatkan sebagai sebagai Masterpieces of Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity ini tentu batik bukan menjadi produk yang asing di telinga awam. Dari sekian banyak batik khas nusantara, Batik yang berasal dari Jogja atau yang dikenal luas dengan Batik Jogjaan menjadi salah satu batik yang paling dikenal di panggung fashion nasional. Sayangnya, tidak demikian dengan Batik Gedangsari. Pamor batik khas Gunungkidul ini baru melejit usai dikenalkan dalam event INACRAFT 2016 lalu. Ketenaran Batik Gedangsari kembali menjulang usai dihelatnya pagelaran busana yang dilakukan atas kerjasama YPA-MDR dengan desainer muda berbakat, Lulu Lutfi Labibi yang gelar pada hari Sabtu, tanggal 30 Juli 2016 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Gedangsari sendiri merupakan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa waktu setelah Kecamatan Gedangsari menjadi salah satu kawasan binaan YPA-MDR, pihak YPA-MDR menyadari bahwa kegiatan membatik merupakan aktivitas yang selaras dengan salah satu pilar utama YPA-MDR dalam membina kecakapan hidup bagi para siswa maupun warga binaan di Gedangsari. Apalagi kawasan ini menawarkan suguhan motif batik yang sederhana namun begitu unik dan berbeda dengan corak batik di berbagai daerah lainnya di Indonesia seperti motif buah, pelepah ataupun bunga pisang, sarikaya hingga motif bambu. 

Selain membekali siswa dan guru dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan aspek akademik dan karakter, YPA-MDR juga berupaya sekuat tenaga utuk menyiapkan bekal SDM para generasi muda Gedangsari agar mampu bersaing di era ekonomi global. Setelah dibina selama sekian tahun oleh YPA-MDR, akhirnya kawasan Gedangsari mulai dilirik kembali sebagai salah satu sentra di Jogja pada tahun 2015 lalu. Jadi jangan heran jika beberapa tahun yang akan datang motif flora khas Gedangsari ini akan semakin booming dan digemari para penikmat batik nusantara. 

Siswa-Siswi Binaan YPA-MDR

Dalam melestarikan Batik Gedangsari, YPA-MDR melakukan penyesuaian teknik penciptaan batik dengan kemampuan para siswa binaan. Dengan metode ini, semua tingkatan siswa dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diperkenalkan dengan teknik pembuatan batik hingga mampu membuat karya batik yang berkualitas. Selain menggunakan teknik pembuatan batik tulis, diperkenalkan pula teknik pembuatan batik dengan metode tetes lilin dan jumputan. Inovasi ini tentu menjadi kabar baik bagi proses pengembangan maupun regenerasi batik secara berkelanjutan.

YPA-MD tidak hanya menggandeng anak sekolah semata, namun juga melakukan pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berada di kawasan Gedangsari. Hal ini terlihat pada beberapa potret batik karya siswa dan UMKM binaan YPA-MDR yang dipamerkan dalam event Jogja International Batik Biennale (JIBB) pertama yang dihelat di Jogja Expo Center (JEC) pada tanggal 15 hingga 16 Oktober 2016 lalu. Meski motifnya terbilang sederhana, namun kalau tidak dilabeli "Karya SD",ataupun "karya SMP", pernahkah Anda mengira bahwa lembaran batik ini merupakan karya siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah? 

Batik Karya Siswa SD Binaan YPA-MDR dalam Ajang JIBB 2016
Batik Karya Siswa SMP Binaan YPA-MDR dalam Ajang JIBB 2016

Batik Karya Siswa SMK Binaan YPA-MDR

Dalam pameran di JEC pada event JIBB 2016 yang lalu, Batik Gedangsari tidak hanya dijual dalam bentuk lembaran semata, namun banyak pula yang diolah menjadi berbagai model busana, seperti hem, blouse, bolero ataupun dress
.

Batik Karya UMKM Binaan YPA-MDR
Pilihan Busana yang Dibuat dari Batik Gedangsari

Pilihan Busana yang Dibuat dari Batik Gedangsari

Pameran Batik Binaan YPA-MDR Astra di Ajang JIBB 2016 

Pameran Batik Karya Binaan YPA-MDR di Ajang JIBB 2016
Keseriusan Astra dalam melestarikan sekaligus membangun brand Batik Gedangsari juga ditunjukkan dengan membangun prasarana lengkap untuk Program Keahlian Tata Busana Batik di SMKN 2 Gedangsari. Dengan menyediakan prasarana yang memadai tentu akan semakin mudah dalam melakukan inovasi, pengembangan hingga regenerasi Batik Gedangsari melalui generasi muda Gedangsari, dalam hal ini para calon siswa SMKN 2 Gedangsari ataupun mereka yang memiliki passion di dunia fashion

Selain itu Astra juga gencar mempromosikan Batik Gedangsari dalam berbagai event fashion nasional. Salah satu promo Batik Gedangsari diwujudkan dalam peragaan busana kreasi busana karya desainer senior Yogyakarta, Dandy T Hidayat pada ajang JIBB yang digelar di JEC pada hari Minggu sore, tanggal 16 Oktober 2016 lalu. 

Semua karya pagelaran busana bertema “Connection” tersebut dibuat dari koleksi Batik Gedangsari karya siswa SMKN 2 Gedangsari, yang tidak lain merupakan salah satu sekolah binaan YPA-MDR. Tak ayal, peragaan busana ini tak hanya mencuri perhatian penikmat fashion nasional semata, namun mampu mencuri perhatian para penikmat batik dari berbagai negara yang khusus datang di acara JIBB 2016. Melalui perhelatan akbar ini, diharapkan mampu menaikkan pamor Batik Gedangsari dalam kancah fashion internasional.

Berikut beberapa potret keseruan fashion show bertajuk"Conection" di ajang JIBB 2016:

Kemeriahan Pembukaan Fashion Show Bertema Conection di Ajang JIBB 2016

Kemeriahan Fashion Show Bertema Connection di Ajang JIBB 2016
Busana Ini Dibuat Menggunakan Batik Karya Siswa Binaan YPA-MDR

Kemeriahan Fashion Show di Ajang JIBB 2016
Busana Ini Dibuat Menggunakan Batik Karya Siswa Binaan YPA-MDR

Kemeriahan Fashion Show Bertema Connection di Ajang JIBB 2016
Busana Ini Dibuat Menggunakan Batik Karya Siswa Binaan YPA-MDR

Kemeriahan Fashion Show Bertema Connection di Ajang JIBB 2016
Busana Ini Dibuat Menggunakan Batik Karya Siswa Binaan YPA-MDR

Dalam rangka mempromosikan Batik Gedangsari, YPA-MDR juga menggandeng desainer muda berbakat Jogja, Lulu Lutfi Labibi. Selama setahun penuh, para pelajar SMKN 2 Gedangsari diberi pembekalan berupa program pembinaan desain dan pengembangan motif Batik Gedangsari bersama, Lulu. Puncaknya, motif batik hasil pembekalan tersebut digunakan Lulu sebagai bahan dalam peragaan busana bertajuk “Gedangsari Berlari” yang dihelat pada bulan Juli 2016 lalu. 

YPA-MDR juga menjembatani Batik Gedangsari dalam pameran seni paling bergengsi di Indonesia, INACRAFT 2016 yang digelar di Jakarta Convetion Center (JCC) pada tanggal 20 hingga 24 April 2016 lalu. Dengan mengusung tema “Dari Anak Indonesia Untuk Tanah Air”, YPA-MDR telah membuka jalan bagi Batik Gedangsari untuk lebih dikenal dalam tataran nasional. Selain memamerkan batik karya generasi muda Gedangsari, dipamerkan pula berbagai produk seni lainnya seperti kerajinan batok kelapa dan bambu ataupun beragam produk batik seperti syal, baju batik dan tas. 

Seperti halnya pameran di JIBB, di ajang INACRAFT 2016 lalu menghadirkan puluhan karya siswa binaan YPA-MDR dari jenjang SD hingga SMK. Dalam event sebesar INACRAFT, tentu semua karya yang dipamerkan merupakan karya-karya pilihan. Kebayang bukan bagaimana seriusnya Astra dalam mengembangkan sekaligus meregenerasi warisan budaya yang dinobatkan UNESCO sebagai Masterpieces of Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity ini? 



4 komentar:

  1. Selamat Mbak.. Tulisannya keren..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas, ih bagusan tulisannya Masroer dong, secara ^^ Selamat ya Mas, salam kenal dari Jogja ^^

      Hapus
  2. Ceritanya Unik dan menarik.. Selamat ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas, salam kenal dari Jogja ^^

      Hapus

 

Cerita NOLNIL Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates