Jumat, 03 Februari 2017

Menguak Legitnya Potensi Bisnis Wisata Halal, Sebuah Ulasan Menarik Dari Buku Karya Cheriatna

Cover Buku Laris Manis Wisata Halal
(www.cheriatna.asia)

“When was the last time you did something for the first time”, Cheriatna?

Bisa jadi slogan salah satu maskapai penerbangan kenamaan inilah yang mewakili impian Cheriatna kecil setiap kali melihat pesawat melintas di atas awan. Ternyata takdir sebagai anak penjual bunga di Pasar Kembang Rawabelong bukan menjadi penghalang mimpi Cheriatna untuk berkeliling dunia lewat udara. Bahkan konsep travelling kekinian alias jalan-jalan yang dibayar ternyata sudah dilakoni Cheriatna sejak duduk di bangku SMP. Mandiri sejak dini dari hobi. Oh my….

Bentar-bentar, jangan dibayangkan jalan-jalan Cheriatna remaja itu macam travelling ke luar negeri dengan menenteng berbagai dokumen penting macam paspor atau visa lho ya! Sebagai anak penjual bunga di pasar, konsep jalan-jalan kekinian Cheriatna mulai dilakukan dengan cara yang begitu sederhana, dengan menjual koran keliling di kawasan Rempoa, Ciputat.

If there is a will, there is a way. Begitulah kiranya konsep hidup Cheriatna dalam “menghidupkan” mimpi di masa kecilnya. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pada akhirnya Cheriatna mampu mengenyam pendidikan di negeri sakura. Meski mengenyam pendidikan sampai SMA, kini Cheriatna mampu menjelma menjadi salah satu praktisi bisnis wisata halal yang diperhitungkan di Indonesia. Bahkan di akhir tahun lalu, Cheriatna berhasil membuat buku bertajuk Laris Manis Bisnis Wisata Halal.

Menariknya, buku yang berisi berbagai rumus suksesnya selama berkutat sebagai praktisi bisnis wisata halal ia bagikan secara cuma-cuma. Tinggal klik dan isi data saja Anda sudah dapat menimba banyak ilmu langsung dari pakarnya.

***
Sesuai dengan judulnya, buku bisnis berjudul Laris Manis Bisnis Wisata Halal ini mengupas tuntas tentang berbagai hal terkait bisnis wisata halal di dunia, mulai dari potensinya, marketnya hingga berbagai cara jitu membranding ide bisnis wisata agar keuntungannya dapat diteguk dengan semanis-manisnya.

Lantas, wisata halal ini sebenarnya untuk siapa?

Meski tersemat label halal, nyatanya wisata halal tidak hanya diminati oleh umat muslim saja. Dalam buku setebal 80 halaman ini Cheriatna mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Bahwasanya wisata halal tidak hanya diminati kaum muslim semata, namun banyak diminati pula oleh kaum non muslim. Alasannya sederhana saja, berbagai kegiatan dalam wisata halal dinilai lebih positif sehingga dapat meminimalisir berbagai “godaan” yang mungkin terjadi saat berada di lokasi liburan. Bisa dibayangkan betapa besarnya peminat jenis wisata yang satu ini bukan?

Ternyata keunikan wisata halal tidak hanya terletak pada peminatnya saja lho! Namun terletak pula pada luasnya pilihan destinasi wisata. Bahkan di negeri yang didominasi non muslim sekalipun seperti Singapura, Thailand, UK hingga Afrika Selatan dapat menjadi alternatif destinasi wisata halal pilihan Anda.

***

“Nggak usah khawatir, hotelnya dekat resto halal dan pusat oleh-oleh kok Mbak”, terang Cicik, rekan kerja saya saat menerangkan berbagai hal terkait akomodasi tamu yang memesan beberapa keperluan untuk berlibur di negeri tetangga, Singapura.

Besarnya potensi wisata halal tentunya dilirik banyak pihak, tidak terkecuali di negara yang didominasi oleh non muslim. Buktinya, berbagai negeri yang didominasi non muslim seperti Korea, Jepang, Tiongkok hingga Jerman berlomba-lomba menyediakan berbagai fasilitas yang memadai yang khusus diperuntukkan bagi peminat wisata halal seperti petunjuk arah kiblat di hotel, fasilitas masjid, lengkap dengan jam shalat, area wudhu dan kitab suci hingga berbagai merujuk pada aktivitas halal yang dilakukan selama liburan.

***
Perlahan namun pasti, bisnis pariwisata, utamanya wisata halal kian hari kian memperlihatkan kedigdayaannya. Tidak hanya permintaan tiket atraksi maupun akomodasi saja yang meningkat tajam, namun kejelasan informasi akan berbagai hal terkait destinasi wisata menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh para wisatawan. Dalam hal ini, paktisi bisnis wisata halal, Cheriatna juga mengungkap secara detail berbagai hal yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis wisata halal dengan mudah, murah dan cepat. Penasaran? Segera download saja buku keren yang satu ini!

Note:

Cheriatna adalah praktisi wisata halal sekaligus pemilik Cheria Travel. Yang mau kepo kegiatan jalan-jalan dari Cheria Tavel bisa langsung subscribe akun youtube-nya. Ada puluhan video tour dari Cheria Travel mulai dari paket umroh plus tour halal Eropa, tour wisata halal Korea hingga menikmati indahnya Turki dari atas langit Cappadocia


Salam hangat dari Jogja,
Retno

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Resensi Buku Laris Manis Wisata Halal yang diadakan oleh Cheria Travel.

Banner Lomba Resensi Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal
(www.cheriatna.asia)

1 komentar:

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini ��Pesugihan Putih Tanpa Tumbal��

    BalasHapus

 

Cerita NOLNIL Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates