Selasa, 28 Februari 2017

Cara Mudah Mengenal dan Menangkal Gejala Neuropati

Refleksi Kaki di Atas Bebatuan
***

“Tunggu bentar dong, kaki ibu kram nih!”.

Duduh, baru kelar lihat satu episode kok udah kesemutan ya?”.

“Kenapa sih kelamaan duduk bikin kebas? Padahal jam pulangnya masih lamaaa.. Aaaargh!

**

Disadari atau tidak, kurangnya gerak akibat hidup gaya hidup sendatary yang ditandai dengan berbagai aktivitas yang mengeluarkan sedikit energi ditengarai menjadi salah satu penyebab datangnya berbagai penyakit. Kalau dipikir-pikir lagi ternyata banyak lho aktivitas sehari-hari masuk dalam gaya hidup sendatary yang dilakukan berulang kali seperti berlama-lama berselancar di media sosial, mantengin serial favorit hingga nge-game selama berjam-jam dan masih banyak lagi.


Kalau sudah berhubungan dengan berbagai hal tersebut, coba inget-inget lagi deh anggota tubuh mana yang paling aktif bekerja? Paling cuma mata dan jemari saja. Itu pun bisa diperkirakan jari mana saja yang paling banyak geraknya bukan? Kalau ada aktivitas tambahan, paling cuma diselingi minum atau melahap snack favorit.

Itu baru aktivitas harian aja lho ya, belum ngomongin beberapa lini pekerjaan tertentu yang mau tak mau harus berkutat sekian jam di depan layar komputer. Sebut saja content writer, sebuah profesi yang saya tekuni beberapa tahun terakhir. Pas nggak lembur saja selalu berkutat di depan layar komputer. Belum lagi jika sedang berkejaran dengan deadline. Bisa jadi berhari-hari hanya dihabiskan sekian centimeter dari depan layar. Kalau sudah begini kram, kebas ataupun kesemutan bisa datang silih berganti. Huhuhu...

Bahaya Kram, Kebas dan Kesemutan
Melakukan aktivitas yang itu-itu saja selama sekian jam seringkali mengundang terjadinya kram, kebas ataupun kesemutan. Meski sekilas tampak sama, namun kram, kebas ataupun kesemutan sejatinya merupakan gangguan safaf yang berbeda jenis. Yuk cermati satu-persatu!

Kram merupakan gangguan saraf yang terjadi karena adanya tekanan saraf pada tulang belakang. Gangguan kram paling sering terjadi pada kaki yang tidak lain berfungsi sebagai penyangga tubuh. Sedangkan kebas merupakan gangguan  akibat adanya tekanan pada saraf tepi. Selain dapat terjadi karena terlalu lama duduk, kebas dapat terjadi karena saraf terjepit maupun kondisi safar yang terputus akibat kecelakaan ataupun kebanyakan mengkonsumsi lemak. Namun penyebab kram yang paling sering terjadi tidak lain disebabkan karena terlalu lama duduk.

Beda lagi dengan yang namanya kesemutan. Berdasarkan lamanya gangguan, kesemutan terbagi menjadi jenis. Yang pertama adalah kesemutan sesaat yang disebabkan karena terjadinya gangguan aliran darah dan yang kedua adalah kesemutan yang bertahan cukup lama yang disebabkan karena cedera yang melibatkan saraf dan juga pembuluh darah. Gimana, udah nggak bingung lagi kan bedain mana kram, kebas ataupun kesemutan?

Selain kram, kebas dan kesemutan, masih ada dua gejala lain yang mungkin dialami oleh para penderita neuropati. Yang pertama adalah nyeri akibat cidera ataupun posisi tidur yang salah dan yang kedua adalah kelemahan otot yang terjadi akibat gangguan sistem saraf pusat ataupun sistem saraf tepi. Meski kelemahan otot merupakan gejala neuropati yang paling serius karena dapat menyebabkan kelumpuhan hingga gagal nafas, namun kram, kebas dan kesemutan tak layak untuk disepelakan. Jika didiamkan begitu saja, tentu hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan sistem saraf Anda.

Sayangnya karena dirasa tidak membahayakan, baik kram, kebas maupun kesemutan kerap disepelakan begitu saja. Padahal ketiga hal tersebut merupakan 3 dari 5 gejala neuropati yang penting untuk diketahui khalayak ramai. Eh, bentar-bentar, adakah diantara teman-teman yang belum mengetahui apa itu neuropati? Neuropati merupakan istilah untuk menyebut sistem saraf yang tidak berfungsi dengan baik karena adanya kerusakan.

Jenis-Jenis Neuropati yang Perlu Diketahui

Berdasarkan penyebab dan lokasi sakit yang diderita pasien, neuropati terbagi menjadi empat jenis berbeda, ada neuropati perifer, neuropati kranial, neuropati otonom, mononeuropati dan juga polineuropati. Nggak usah bingung-bingung dihafalin deh, cukup diingat kata kuncinya saja. Soalnya nama-nama ilmiah seperti ini kalau tahu "kunci" penamannya ternyata mudah diingat kok. 

Neuropati perifer misalnya. Neuropati perifer, merupakan jenis neuropati yang terjadi pada saraf perifer yaitu safar yang letaknya jauh dari saraf pusat. Saraf perifer mencakup semua saraf selain saraf di otak dan tulang belakang, sedangkan neuropati kranial merupakan neuropati yang terjadi karena adanya gangguan pada salah satu dari 12 saraf tulang belakang bagian atas yang dikenal luas dengan sebutan saraf kranial. 

Beda lagi dengan yang namanya mononeuropati ataupun polineuropati. Mono merupakan sebutan lain dari satu sehingga mononeuropati merupakan sebutan untuk cedera saraf tunggal, sedangkan polineuropati merupakan jenis neuropati yang disebabkan banyak faktor salah satunya disebabkan karena diabetes. Dalam hal ini, neuropati otonom merupakan bentuk polineuropati yang banyak dialami oleh penderita diabetes melitus, baik tipe 1 maupun tipe 2. Neuropati otonom dapat mempengaruhi sistem saraf non sensorik atau yang dikenal luas sebagai sistem saraf otonom seperti otot kandung kemih, sirkulasi darah hingga saluran pencernaan.

Kebayang kan gimana bahayanya kalau kalau sistem saraf sampai rusak? Jadi keinget lagi deh sama materi jaman kuliah dulu, "Bahwasanya saraf ibarat salah satu “tim” fundamental dari tubuh kita yang berfungsi sebagai media koordinasi tubuh". Perintah mau apa dan kemana ya lewatnya sistem saraf ini.  Jika terganggu sedikit saja, sistem saraf dapat mengganggu fungsi koordinasi tubuh. Belum gejala sakitnya. Kalau luka di badan kan umumnya dapat dilihat dengan mata telanjang sehingga dapat diobati sesegera mungkin. Beda cerita jika yang terganggu adalah sistem saraf. Ada yang kejepit sedikit saja, bisa aduhai sakitnya, belum pengobatannya.

Karena itulah selain menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui baik sebagai upaya pencegahan maupun pengobatan, waspada neuropati merupakan salah satu cara untuk mencintai, baik mencintai diri sendiri maupun mencintai orang-orang terkasih, tidak terkecuali pada kedua orang tua.

Siapa Saja yang Rentan Terkena Neuropati?

"Tidak hanya orang tua saja yang rentan neuropati. Pasalnya gejala neuropati dapat terjadi di usia yang terbilang muda, antara 26 hingga 30 tahun". Waduh!

Seperti yang telah dikemukaan sebelumnya, gaya hidup sendatary plus pola makan dan olahraga yang berantakan dapat meningkatkan resiko munculnya gejala neuropati. Coba deh inget-iget lagi, ada gitu yang sampai sekarang belum pernah mengalami kram, kebas ataupun kesemutan?  Sayangnya meski telah menjalani hidup sehat, neuropati juga dapat muncul akibat kecelakaan, penyakit degeneratif hingga usia yang tak lagi muda.

Ibu dan bapak mislanya. Ibu (52 tahun) dan ayah (61 tahun) tergolong lansia yang cukup aktif. Selain menjadi ibu rumah tangga, ibu masih aktif dalam berbagai kegiatan seperti menjadi pengurus PKK, Posyandu hingga Kader Lansia dan Jumantik. Meski masih aktif beraktivitas, namun karena faktor umur yang semakin menua ditambah kondisi diabetes yang dialami ibu, terkadang ibu mengeluh tentang kesemutan di area tangan, kaki ataupun pinggang.

Begitu pula dengan bapak, Meski telah menginjak usia lansia, namun bapak tergolong lansia yang cukup aktif. Selain aktif mengikuti berbagai organisasi, bapak masih aktif olahraga lho! Minimal dua hari sekali bapak rutin bersepeda dengan rute tertentu. Selain itu, bapak juga kerap bermain ping-pong bersama tetangga. Namun sayang, karena dimakan usia, bapak kerap kali mengeluh kesemutan ataupun kram, utamanya usai duduk terlalu lama. Lantas bagaimana cara terbaik menangkal dan mengobati neuropati?

Menangkal dan Mengobati Neuropati

Bagaimana cara mengobati neuropati? Pertama tentu dengan mengetahui penyebabnya. Karena neuropati dapat terjadi akibat gaya hidup sendatary, maka cara termudah dapat dilakukan dengan meminimalisir aktivitas kurang sehat dalam keseharian kita seperti duduk terlalu lama, kurang tidur, terlalu banyak mengkonsumsi gula dan kebiasaan buruk lainnya. Sebaliknya, untuk mencegahnya Anda dapat melakukan berbagai kebiasaan sehat seperti banyak melakukan aktivitas fisik di sela-sela kesibukan, tidur cukup menjaga pola makan, termasuk memenuhi kebutuhan vitamin neurotropik, yakni vitamin B1, B6 dan B12. Apa pentingnya sih ketiga vitamin tersebut untuk kebaikan sistem saraf kita? Mari kita tengok satu per satu.

Vitamin B1 berperan sebagai koensim pada dekarboksilasi alfa keto dan berperan dalam metabolisme karbohidrat. Nantinya di dalam tubuh, Vitamin B6 akan berubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat yang dapat membantu dalam metabolisme protein dan asam amino. Sedangkan Vitamin B12 berperan dalam sintesa asam nukleat dan berpengaruh pada pematangan sel dan memelihara integritas jaringan saraf. Jadi ketiga vitamin yang dikenal luas dengan sebutan vitamin B Kompleks ini menawarkan berbagai fungsi yang saling berkaitan dalam memelihara fungsi, metabolisme dan pemeliharaan kesehatan sistem saraf kita.

Neurobion dan Neurobio Forte
Ada beragam jenis makanan yang mengandung vitamin B Kompleks  seperti daging merah, ikan salmon, kepiting, jamur, buah pisang dan juga kacang-kacangan. Jika tidak sempat menyiapkan berbagai menu di atas, ada pilihan mudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin B Kompleks tadi. Dengan bantuan teknologi tingkat tinggi, kini berbagai vitamin penting ini ternyata dapat dinikmati dalam sebutir tablet neurobion. Jika diperlukan, cukup dengan sekali hap Anda dapat memenuhi berbagai vitamin yang dibutuhkan oleh sistem saraf tubuh. Terdapat dua pilihan tablet neurobion, ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah muda yang dikenal luas dengan nama Neurobion Forte. 

Neurobion Forte
Untuk pencegahan neuropati Anda dapat minum dosis kecil yang terdapat dalam Neurobion putih yang mengandung 100 mg Vitamin B1, 200 mg Vitamin B6, 200 mcg Vitamin B12, sedangkan untuk gejala neuropati yang lebih serius Anda dapat mengkosumsi Neurobion Forte yang mengandung 100 mg Vitamin B1, 100 mg Vitamin B6 dan 5000 mcg Vitamin B12. Jika ada obat yang rutin dikonsumsi, lakukan konsultasi dengan dokter pribadi Anda. Tidak usah khawatir dengan lisensi produk ini karena produk yang dibuat oleh PT Merck Tbk ini diproduksi atas lisensi dari Merck KHaA, Jerman yang sudah terbukti kredibilitasnya.

Refleksi Kaki di Atas Bebatuan Alam
Untuk pencegahan lainnya, Anda dapat rutin melakukan olahraga ringan seperti bersepeda, refleksi kaki ataupun melakukan senam neuromove. Kalau mau refleksi kaki setiap hari, Anda dapat membuat alat sederhana seperti yang dibuat bapak saya di atas. Caranya terbilang mudah, hanya butuh pasir, semen dan batu alam. Setelah dicetak sesuai ukuran yang diinginkan, tempelkan batu alam di atas cetakan adonan semen sesuai dengan keinginan Anda. Atur sendiri jenis batu dan kerapatan sesuai selera lalu jemur hingga kering betul. Alat ini juga dilengkapi dengan pegangan besi yang dapat digunakan untuk memindahkan cetakan batu ke tempat yang diinginkan. Selain mudah dibuat dengan biaya murah, namun alat ini banyak manfaatnya lho! Kapanpun mau refleksi nggak perlu keluar biaya lagi. Tinggal keluar di depan rumah, jalan-jalan di atas batu cetakan beres!

Khusus untuk senam neuromove, tinggal lihat atau download saja di Youtube. Kalau didownload bisa dilihat berulang kali tanpa harus kehilangan kuota internet berkali-kali lho! Kalau sedang sibuk bisa memilih neuromove short version yang berdurasi kurang dari 5 menit. Jika sedang senggang, Anda dapat melakukan neuromove full version yang berdurasi sekitar 15 menit. Meski gerakannya praktis dan mudah, namun senam ini menawarkan beragam manfaat. Selain dapat membuat tubuh mejadi lebih rileks sekaligus meningkatkan daya ingat dan kesehatan otot, gerakan dalam neuromove juga dapat meminimalisir resiko terjadinya gejala neuropati. Penasaran? Cobain sendiri deh!

Download Video Neoromove di Smartphone 
Lain halnya kalau berada di kantor. Meski tengah bekerja Anda tetap dapat melakukan berbagai aktivitas penangkal neuropati seperti streching di waktu-waktu tertentu, jalan keluar setiap setengah jam sekali, beralih memilih berjalan kaki melewati tangga saat istirahat hingga memilih menu makanan seimbang untuk makan siang ataupun camilan sehari-hari.

Memilih Menggunakan Tangga, Bukan Lift...
Karena kaki merupakan tumpuan sistem saraf yang paling banyak digunakan, usahakan untuk melakukan treatment yang menunjang kesehatan kaki seperti refkelsi kaki, merendam kaki dengan air hangat hingga memilih penggunaan alas kaki yang nyaman. Oiya, gejala neuropati ini juga dapat disebabkan karena penggunaan alas kaki yang tidak nyaman lho, misalnya menggunakan high heels dalam jangka waktu yang lama. Padahal saat menggunakan alas kaki yang datar saja, kaki sudah menjadi tumpuan seluruh anggota tubuh. Kebayang gimana beratnya fungsi saraf kaki jika ditambah dengan penggunaan alas kaki yang kurang nyaman bukan?

Bagi penderita diabetes yang mengalami gejala neuropati, pengobatan neuropati dapat dilakukan dengan menjaga kestabila gula darah. Selain itu diperlukan pula perawatan khusu pada kaki seperti merendam kaki dengan air hangat, menggunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai ukuran serta menghindari terjadinya luka pada kaki.

Kalau bisa dikenal dan dicegah, tak perlu repot-repot mengobati bukan? Yuk #LawanNeuropati sedini mungkin?


Salam hangat dari Jogja,
-Retno-

1 komentar:

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini ��Pesugihan Putih Tanpa Tumbal��

    BalasHapus

 

Cerita NOLNIL Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates