Minggu, 15 Januari 2017

Bika Bogor Talubi, Inovasi Indonesia yang Pantas Mendunia

Bika Mini Talubi
“Indonesia adalah negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brazil”, begitu kata beberapa dosen dan pembicara seminar yang kebetulan saya ikuti sewaktu kuliah dulu. Sebagai penikmat jalan-jalan yang gemar kulineran, tentu keanekaragaman hayati di negeri gemah ripah loh jinawi ini membawa berbagai keuntungan yang tak terbantahkan. Gimana enggak coba, mau jalan ke pelosok nusantara sekalipun niscaya akan menemukan eksotisnya panorama alam lengkap dengan citarasa kuliner yang begitu menawan. Di Jogja ada Merapi dan legitnya gudeg manggar, di Lampung ada Gunung Anak Krakatau dan lezatnya keripik pisang cokelat, di Bogor ada Puncak dan Bika Talubinya yang tak kalah nikmat, dan masih banyak lagi.


Bentar-bentar, Ret. Bogor yang dikenal dengan asinan buahnya itu kan?

Yes!

Bogor yang dulu dikenal sebagai kota asinan ini kini memiliki inovasi kuliner baru yang dibuat dari talas ataupun ubi, namanya Bika Talubi. Nama Talubi sendiri merupakan singkatan dari talas dan ubi. Menurut data BKPD Propinsi Jawa Barat, sejak tahun 2008 yang lalu Bogor dikenal sebagai salah satu sentra produksi talas di Indonesia. Kemampuan produksi talas di Bogor pun terbilang cukup tinggi, mencapai 57 ribu ton per tahun. Jadi tak perlu heran jika berbagai produk makanan berbahan talas mulai dikembangkan di kawasan ini. Bagi yang belum mengetahui, talas sejatinya merupakan umbi dari tanaman Colocasia esculenta, L. Kalau di Jogja tanaman Colocasia esculenta, L ini dikenal luas dengan sebutan lompong. 

Colocasia esculenta, L termasuk jenis tanaman adaptable yang mudah hidup di segala cuaca dan semua jenis tanah. Istilah kata tinggal tanam, nggak diapa-apain saja hidup. Karena itulah tingkat keberhasilan menanam talas tergolong tinggi. Kalau di sekitar tempat tinggal saya di Jogja sana, lompong banyak ditanam di pinggiran sawah, pekarangan rumah ataupun di kebun.

Uniknya lagi nih, meski talas menawarkan kadar kalori dan serat yang cukup tinggi, namun kadar karbohidrat dan lemak pada umbi yang satu ini terbilang cukup rendah. Data BKPD Propinsi Jawa Barat mencatat kandungan pati, lemak dan serat pada talas mencapai 66,8%, 0,2% dan 5,3 gram. Kandungan gizi talas yang begitu ideal inilah yang membuat talas menjelma menjadi salah satu alternatif bahan pangan sehat yang cukup diperhitungkan. 

Selain dimanfaatkan dalam industri kosmetik maupun farmasi, kini talas juga dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan sehat dengan peluang ekonomi yang begitu menjanjikan. Di Bogor sendiri, kini talas sudah dikembangkan menjadi berbagai kudapan dengan citarasa menawan. Bika Talubi misalnya. Kalau biasanya bika dibuat menggunakan tepung gandum, brand Talubi membuat inovasi menggunakan bahan berupa talas ataupun ubi. Sepak terjang brand kuliner yang satu ini menjadikan Bika Bogor Talubi menjelma menjadi ikon oleh-oleh khas Bogor yang begitu diperhitungkan.

Apa itu Talubi?
Talubi merupakan singkatan dari talas dan ubi. Di tangan para chef Talubi, umbi-umbian sederhana ini dapat diolah menjadi berbagai makanan lezat mulai dari bika, roti lapis, brownis hingga donat yang begitu lezat. Berbagai makanan tersebut tentunya bukan menjadi kudapan yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bedanya, berbagai beragam kuliner tadi diolah dari hasil bumi sendiri yaitu umbi-umbian yang produksi oleh petani lokal kita. Keren ya?

Donat Talubi
Meski terkesan sepele, namun inovasi ini tentu merupakan salah satu kabar menggembirakan di tengah persaingan ketat berbagai produk di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seperti yang saat ini tengah terjadi. Dengan inovasi yang tepat, masyarakat diberi pilihan yang luas untuk menentukan pilihan, tidak terkecuali saat membeli oleh-oleh sekalipun. Saat membeli produk Talubi misalnya. Selain memberi kesempatan produk dalam negeri untuk bersaing di kancah global, memilih kreasi anak negeri berarti turut andil dalam memajukan peningkatan perekonomian rakyat Indonesia, utamanya mereka yang bergelut di bidang UMKM. Belum lagi kalau belinya secara online, bukan hanya petani dan karyawan Talubi saja yang kecipratan rejeki, tapi pak kurir juga terkena dampak baiknya. Keren kan? 

Selain masalah bahan baku, ada pula berbagai keunggulan lain yang ditawarkan dari brand Talubi. Yuk simak sama-sama!

Keunggulan Talubi
Meski mengusung komoditi lokal, namun berbagai produk Talubi menawarkan citarasa dan kualitas yang pantas bersaing di kancah internasional. Pasalnya selain dibuat dengan berbagai bahan berkualitas, produk Talubi dibuat dengan standar higienitas yang tinggi. Lihat  saja dari proses pembuatannya berikut ini. Selain dibuat di lokasi yang bersih, semua pegawai di ruang produksi menggunakan sarung tangan, topi dan juga masker. Hal ini menunjukkan bahwa standart operasional prosedur tim produksi Talubi begitu tinggi.

Proses Persiapan Produksi Produk Talubi

Proses Pembuatan Bika Besar Talubi Rasa Nangka

Proses Packaging Bika Mini Talubi
Usai diproduksi, berbagai produk Talubi dikemas dengan standart higienis yang baik. Ternyata keunggulan produk Talubi tidak berhenti sampai di sini. Selain menggunakan bahan berkualitas dalam komposisi yang pas, produk Talubi dibuat tanpa zat pengawet. Jadi selain lezat, produk Talubi bisa dikatakan sehat bukan? Ketiadaan zat pengawet inilah yang menjadikan berbagai produk Talubi seperti Bika Talubi hanya bisa bertahan selama 4 hari saja. Kalau camilan kita bebas pengawet, tentu akan berdampak baik bagi kesehatan kita bukan?

Diantara berbagai produk yang ditawarkan Talubi, Bika Bogor Talubi-lah yang menjadi salah satu primadona para konsumen. Selain rasa yang lezat, bika termasuk camilan yang mengenyangkan dan praktis dibawa kemana saja. Bisa jadi karena berbagai alasan tersebut Bika Bogor Talubi mampu mencuri perhatian para penikmat kuliner yang bertandang di Bogor. 

Bika Bogor Talubi (talas dan ubi) menawarkan dua packaging berbeda yaitu porsi besar dan bika mini. Porsi besar menawarkan empat pilihan rasa berbeda yaitu rasa talas, nangka, cocopandan dan rasa ubi madu. Sedangkan untuk porsi kecil, satu paket Bika Talubi berisi 10 bika mini dengan tiga varian rasa yakni rasa nangka, cocopandan dan talas. Tinggal dipilih saja sesuai selera dan kebutuhan Anda.

Bika Besar Talubi Rasa Nangka
Ternyata rasa bika dari talas itu tak kalah lezatnya dengan bika pada umumnya lho guys! Uniknya, meski menawarkan kadar kalori yang cukup tinggi, namun kadar karbohidrat talas itu terbilang kecil. Pas banget buat yang hobi nyemil namun tetap ingin menjaga asupan kalori sehari-hari. Meski enak, namun Bika Talubi itu enggak eneg. Packaging produk Talubi dibuat begitu rapi dan eye cathing sehingga cocok dijadikan camilan, teman jalan ataupun dijadikan pilihan oleh-oleh usai liburan di sekitar kawasan Bogor. 


Lapis Original Talubi
Menariknya lagi, harga Bika Talubi juga sangat terjangkau. Hanya Rp 35.000 untuk bika besar dan Rp 29.000 untuk bika mini isi 10 pieces. Selain cocok untuk camilan ataupun oleh-oleh, Bika Talubi juga cocok untuk hantaran saat ada hajatan. Apalagi pilihan produk Talubi tergolong lengkap. Selain bika, Brand oleh-oleh dari Bogor ini menawarkan aneka kudapan lezat mulai dari roti lapis, brownis,  piahingga donat dalam berbagai varian rasa dan topping yang berbeda. Tinggal dipilih sesuai selera dan budget yang tersedia. 

Outlet Talubi
Kalau mau beli di outlet, produk Talubi dapat diperoleh di Jalan Padjajaran 20 M Bogor, Jalan Soleh Iskandar No 18 B Bogor atau di Jalan Raya Godog, sebelah Vimala Hills (Puncak Bogor). E tapi kalau mau beli nggak harus ke Bogor langsung sih, karena produk Talubi dapat dibeli secara online. Tinggal chat saja melalui WA di 0888-4829-626, atau via BBM: Talubi atau Line @bikabogor (jangan lupa pakai @-nya ya!).

Nggak bingung lagi kan kalau mau nyari produk lokal bercitarasa internasional? Datang saja ke Talubi! Sudah murah, banyak pilihan pula! Yakin nggak mau nyobain?


Salam hangat dari Jogja
-Retno- 

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Blog Bika Bogor Talubi. 
Note: Semua foto diambil dari fanspage Bika Bogor.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita NOLNIL Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates