Minggu, 17 Juli 2016

Bagaimana Era Digital Membantu Operasional Nyiru, Brand Busana Etnik Impianku


“Yang bertahan hidup adalah mereka yang cepat beradaptasi”.

Pepatah kerap kali dibahas terkait teori evolusi ini memang tidak bisa dielakkan lagi, apalagi bagi para pengusaha yang penghasilannya diperoleh dari hasil jualan. Selain perlu insting dan acting yang tepat, cepat dan cermat, pengusaha juga harus fleksibel untuk beradaptasi pada berbagai kondisi. Saat menjalankan sebuah bisnis, pikiran pengusaha tidak boleh dipenuhi angan akan kesuksesan semata, namun perlu pula memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Dengan demikian pengusaha akan senantiasa berkesempatan untuk “menyediakan payung sebelum hujan”. Salah satu antisipasi kegagalan yang dapat dilakukan tidak lain dengan beradaptasi tadi. Apalagi di era digital seperti yang saat ini tengah terjadi.

Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)

Nyiru, Brand Busana Etnik Impianku
Berawal dari kecintaan akan keindahan kain tradisional nusantara, setelah memiliki penghasilan snediri akhirnya saya mulai menganggarkan untuk membeli batik dan tenun secara reguler. Pada akhirnya ada beberapa kain yang sengaja saya jahitkan untuk menjadi rok, stelan busana hingga baju kerja bernuansa etnik. Selain dapat menghemat pengeluaran belanja karena dapat “membeli” baju dengan harga produksi, menjahitkan baju dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh sendiri.

Namun jauh sebelum itu, sebenarnya kesukaan otak-atik kain sudah dimulai sejak saya masih kuliah. Hal ini dikarenakan masalah yang sangat klise. Saat itu, ukuran badan saya tergolong cukup spesial (baca: besar) sehingga menyulitkan saya untuk mendapatkan celana, rok ataupun baju yang sesuai atau sesuai dengan ukuran badan saya. Kalaupun nanti dapat satu atau dua biji, biasanya harus dipermak lagi. Pokoknya kalau dihitung-hitung cost belanja bajunya jadi mahal dan tentu saja melebihi budget belanja yang dianggarkan.

Dari sinilah akhirnya saya mencoba mengotak-atik kain untuk menjadi busana yang nyaman dikenakan. Awalnya masih kain polosan dengan berbagai corak warna saja. Baru setelah bekerja, saya sengaja menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli kain-kain etnik seperti batik dan tenun dan mulai berkreasi dengan baju kombinasi atau full batik tenun.

Bertahun kemudian, akhirnya saya mengetahui penjahit mana saja yang hasil jahitannya bagus, nyaman dikenakan lengkap dengan ongkos jahit yang terjangkau. Karena itukah terbersit niatan untuk menjual kreasi saya ini melalui internet. Saya menamakannya Nyiru. Nama Nyiru sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti tampah, sebuah alat yang digunakan untuk memisahkan beras berkualitas baik dengan beras berkualitas buruk, yang dikenal dengan isilah napeniTujuan napeni terbilang cukup sederhana, agar bisa menyaring berkualitas baik sehingga tidak ada beras berkualitas buruk ataupun kotoran yang ada tidak ikut termasak. Filosofi menyaring yang baik inilah yang coba Nyiru terapkan untuk membuat brand busana wanita bernuansa etnik yang dibuat dari berbagai kain tradisional khas nusantara.

Logo Nyiru (dokumentasi pribadi)

Sejalan dengan namanya, melalui Nyiru ini, saya ingin ikut berkontribusi melestarikan batik dan tenun handmade yang dibuat oleh para pengrajin lokal kita. Salah satu tujuan usaha ini tidak lain agar kain tradisional Indonesia tidak tergerus dominasi kain printing yang motifnya dibuat mirip batik dan tenun handmade asli Indonesia. Selain itu, Nyiru juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dunia fashion etnik nasional. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang kini tengah berlangsung. Tujuannya sederhana saja, agar produk lokal kita tidak kalah pamor dengan berbagai produk fashion impor yang bernuansa keetnik-etnikan.

Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)
Lebih dari itu, saya ingin mengedukasi pasar agar lebih menghargai produk handmade. Beli produk jangan dilihat murahnya saja, namun juga pengaruhnya pada perekonomian kita. Kalau bukan kita yang memberi contoh dalam mensupport produk UMKM dalam negeri, mau dikemanakan produk warisan budaya kita yang satu ini (baca: kain dan berbagai kreasi berbahan tradisional Indonesia)?

Saya pernah lho nemu rok tenun mesin impor yang harganya dibawah seratus ribu. Harga yang sebanding dengan harga pasaran batik cap atau tenun lurik kita. Miris deh rasanya! Kalau begini, ditambah masyarakat yang kurang teredukasi, kan bisa gawat ya. Bisa “apa kabar” itu kreasi kain handmade dari para pengrajin lokal kita? Karena itulah saat ini tetap berproses untuk membesarkan Nyiru. Jadi bisa dikatakan kalau Nyiru merupakan salah satu peluang usaha yang hadir di era digital dan pasar bebas MEA.

Awalnya saya hanya meng-upload di akun sosial media pribadi. Namun kini saya mulai memisahkannya dengan membuat akun media sosial sendiri, yang bisa ditemui di akun Instagram @nyirubatikjogja. Berikut beberapa contoh koleksi stelan busana-nya! Oiya, ditunggu follow dan orderannya juga lho!

Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)
Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)
Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)
Apa saja kunci sukses entrepreneur di era serba cepat ini? 

1. Mengerti Kebutuhan Pasar 
Analisa kebutuhan pasar merupakan salah satu cara untuk memutuskan bidang bisnis apa yang ingin dicoba. Kini berbagai informasi penting, tidak terkecuali dengan analisa mendalam terkait dengan dunia bisnis dapat diperoleh melalui situs berita terpercaya seperti ChannelNewsAsia. Selain memudahkan pencarian berbagai informasi terkini, situs berita berbahasa Inggris ini juga dapat membantu Anda mengasah kemampuan reading bahasa asing, dalam ini adalah bahasa Inggris. Apalagi jika latihan readingnya dilakukan setiap hari. Jika tidak mau ketinggalan peluang di era sebebas MEA, rasa-rasanya kemampuan bahasa asing kita harus senantiasa "diasah". Apalagi dengan bahasa Inggris, salah satu bahasa internasional yang dapat diterima di puluhan negara di berbagai penjuru dunia.

2. Menentukan Segmen Pasar
Segmen pasar Nyiru adalah kelas menengah, utamanya yang telah memiliki perhatian dan kesadaran untuk berkontribusi menjaga dan melestarikan berbagai kain tradisional khas nusantara. Menurut saya, kelompok masyarakat seperti ini akan senantiasa bertambah beriringan dengan peningkatan kemapanan finansial yang dicapai seseorang. Jadi peluangnya terbilang sangat besar. Apalagi Indonesia merupakan salah satu pasar internasional dengan jumlah konsumen lmencapai ratusan juta jiwa.

3.Membuat Produk Berkualitas
Segala produk yang dijual di Nyiru merupakan produk berkualitas yang dibuat dari kain tradisional pilihan ataupun yang dikombinasikan dengan kain lainnya sehingga cocok dikenakan di berbagai aktivitas. Produk Nyiru cocok untuk acara formal, kondangan atau sekedar untuk jalan.

4. Memanfaatkan Fasilitas Media Sosial
Seiring berkembangnya teknologi, kini produk UMKM dapat dijual secara online denga memanfaatkan berbagai akun sosial media yang telah ada. Menarikya, ada berbagai sosial media yang dapat dibuat dengan cuma-cuma dengan model internet saja. Selanjutnya tinggal klik, upload, beres!

5. Memilih Paket Internet Terbaik
Di era digital yang serba cepat ini, dukungan internet ultra cepat sangat membantu operasional para penggiat UMKM, tidak terkecuali dengan Nyiru, brand busana etnik impianku. Teknologi internet super cepat merupakan teknologi internet terdepan besutan My Republic ID yang dapat mencapai kecepatan hingga 300 Mbps untuk download dan 150 Mbps untuk upload. Menariknya lagi, teknologi internet terdepan ini dapat dinikmati dengan harga yang begitu terjangkau, mulai dari Rp.259.000,hingga Rp 899.000 saja, tergantung kecepatan yang dipilih oleh pelanggan.* Sudah kebayang mau diapakan saat menang lomba nanti. Salah satunya ya untuk berlangganan internet ultra cepat ini^^

Lalu, bagaimana era digital ini dapat membantu operasional Nyiru?
Salah satu kemudahan era digital adalah dapat menjual produk dari mana saja, dimana saja dan kapan saja.

Dari mana saja, tinggal sesuaikan saja dengan sosial media yang dimiliki, bisa Facebook, Instagram, Twitter atau jejaring sosial lainnya.

Dari mana saja: bahkan dari atas tempat tidur sekalipun.

Dimana saja, bahkan dari atas tempat tidur sekalipun. Tinggal jepret, upload, beres!

Kapan saja, tidak terbatasi oleh waktu. Bangun tidur langsung upload bisa. Saat menunggu jam istirahat juga bisa. Bahkan mau upload produk 5 menit sebelum tidur pun bisa. Kuncinya hanya satu, memiliki jaringan internet ultra cepat.

Seperti berbagai produk kewirausahaan lainnya, jaringan internet ultra cepat tentu akan memudahkan pengusaha untuk beriklan melalui berbagai sosial media yang dimiliki. Meski saat ini market yang dituju adalah pasar nasional Indonesia, namun dengan dukungan jaringan ultra cepat tentu akan memudahkan produk Nyiru ditemukan di dunia maya, termasuk para penikmat kreasi busana etnik yag tengah berada di berbagai benua lain sekalipun.

Apalagi kini terdapat kekuatan hastag. Sebuah cara termudah yang dapat dilakukan baik oleh produsen maupun konsumen yang sedang memasarkan ataupun mencari suatu produk barang ataupu jasa melalui perantara media online. Apalagi dengan adanya teknologi internet ultra cepat, mau upload ataupun download tinggal ketik, klik, beres!

Koleksi Nyiru (@nyirubatikjogja)
If I win, it will be great for support my business

Salah satu yang menjadi daya tarik dari kompetisi  menulis blog dengan topik Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh My Republic Id dan Channel News Asia.ini adalah hadiah yang disediakan bukan berupa barang, melainkan dalam bentuk ung tunai sehingga dapat dimanfaatkan untuk mensupport segala jenis bisnis yang tengah dilakukan ataupun sedang direncanakan oleh para blogger yang mengikuti kompetisi ini. Jika memenangkan blog competition dari My Republic ID, maka hadiahnya akan saya pergunakan untuk mensupport biaya operasional Nyiru dengan rincian sebagai berikut:

1. 40% dari total hadiah akan digunakan untuk menambah koleksi stok kain Nyiru, yaitu polosan dan kain tradisional khas nusantara dengan porsi 20:80. Pilihan kain etnik yang akan dibeli adalah batik dan tenun handmade seperti batik gaya Jogja dan Solo, batik encim, tenun Jogja dan Klaten serta tenun Troso. Kain akan dibeli secara bertahap sembari menunggu respon pasar.

Aneka Tenun Nusantara (@nyirubatikjogja)
2. 20% dari total hadiah akan dialokasikan sebagai dana iklan di jejaring sosial serta biaya endorse beberapa seleb sosial media yang saya kenal. Untuk opsi kedua saya sudah mengantongi beberapa nama seleb Facebook yang sangat mensupport produk UMKM. Mereka bersedia mengiklankan produk UMKM hanya dengan mengirimkan contoh produk saja. Jika kualitas barang dianggap oke, maka mereka rela mengiklankan produk UMKM tersebut secara cuma-cuma.

3. 25% dari total hadiah akan saya alokasikan untuk biaya operasional yang terdiri dari biaya jahit, label baju, biaya internet, biaya packaging, jasa asisten dan lain-lain.

4. 15% sisanya akan disimpan sebagai dana cadangan. 

Banner Lomba (sumber: myrepublic.co.id)
Memang ya, di era digital yang serba cepat ini, dukungan internet ultra cepat sangat membantu operasional para penggiat UMKM, tidak terkecuali dengan Nyiru, brand busana etnik impianku. Bagaimana dengan cerita ide bisnis Anda di era serba digital ini? 

Tulisan ini diikutkan dalam kompetisi menulis blog dengan topik Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh My Republic Id dan Channel News Asia.


Keterangan:

*: syarat dan ketentuan berlaku , dapat dilihat di sini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita NOLNIL Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates